Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Menguak Alasan Kenapa Spanduk Pecel Lele Sama Semua!

Chandra WijayaChandra Wijaya
Menguak Alasan Kenapa Spanduk Pecel Lele Sama Semua!1
1001 Ide Usaha Ada Di Sini
Udah pasti bohong kalau kamu nggak pernah lihat spanduk ini saat melintasi jalan, di manapun jalan yang kamu tuju. Selama ini kamu makan dan menikmati lezatnya daging ayam atau lele yang dicocol dengan sambal tomat di warung ini, pernah nggak sambil makan terlintas pertanyaan, "Kenapa ya spanduk pecel ayam atau lele sama semua gambarnya?". Penting, kok! Pasalnya, warung-warung makan lain seperti warung bakmi, soto, dan lain-lain itu punya spanduk dan tagline yang berbeda-beda. Nah, kenapa warung pecel sama semua? Ternyata ada alasan dan cerita di balik itu semua. Desainnya pun ternyata nggak sembarang, punya nilai desain yang apik serta proses pembuatan yang cukup panjang. Banyak deh yang bisa kita bahas di sini. Yuk simak ulasannya, biar nggak sekedar makan doang, pengetahuan juga penting!

Spanduk Pecel Lele

2
Photo Source:  jajanankita
Jadi begini, di balik gagahnya ayam jago di gambar spanduk, lekukan tubuh ikan lele yang meliuk-liuk, atau juga gambar bebek yang terlihat kurus seperti belum makan sedari lahir ternyata punya nilai seni yang juara, lho. Lebih dari 3.000 warung tenda pecel lele dan soto lamongan di Jakarta punya spanduk yang sama. Permainan warna kuning, oranye, dan hijau jadi identifikasi spanduk yang mudah ditangkap mata saat melintasi jalanan. Sedangkan yang membedakan di beberapa warung tenda lainnya paling hanya penempatan warna yang dibedakan sedikit.  Tapi sebelum membahas lebih jauh tentang desain dan asal usul spanduk, kenapa nggak kita ketahui dulu asal-usul pecel lele. Walaupun namanya pecel, kok nggak ada sambal kacang dan aneka sayurannya? Ternyata, pecel lele itu merupakan asal dari Lamongan, Jawa Timur dan sebenarnya menggunakan kata "pecek" atau sebuah penyajian lauk dan sayur yang diberi sambal di sampingnya. Namun seiring berjalannya waktu, karena harus bersaing dengan makanan khas kota lain yang memiliki nama hampir sama dengan pecek, banyak orang pun lebih mengenalnya dengan nama Pecel.   
3
Photo Source:  @surabayafoodies
Baiklah, mari tinggalkan pembahasan sejarah munculnya warung pecel lele dan ayam. Balik lagi ke topik tentang spanduk warung pecel yang selalu sama dengan yang lain. Ternyata, semua penjualnya pasti memesan di satu tempat yang sama! Bahkan tempat percetakan spanduknya bisa langsung mencetak sepanjang 100 meter untuk 10 warung, dan dengan konsep desain yang serupa. 
4
Photo Source:  Merdekacom
Biarpun konsepnya hanya satu rupa, tapi tahukah kamu tetap ada asal-usul dan unsur seni grafisnya, lho. Pemakaian warna terang seperti stabillo memang khusus diperkuat agar warna tetap mencolok dan tetap dilihat banyak orang saat melintasi jalan malam hari. Selain itu, gambar yang dibuat agak besar tentu untuk memberi info jelas tentang menu utama yang disediakan.  Intinya, nggak perlu desain grafis terhandal yang punya pengalaman banyak buat bikin spanduk ini. Buktinya dengan desain yang simple dan dibuat oleh penyedia jasa spanduk, warung pecel lele ini selalu berhasil mencuri perhatian semua orang, bahkan saat sedang melewatinya aja. Wow, keren!