Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Toleransi Rasa dalam Pisang Goroho Goreng Sambal Roa

Iqra RabikaIqra Rabika
Toleransi Rasa dalam Pisang Goroho Goreng Sambal Roa - Photo 1
Qraved
2
Photo Source:  Assyfa Zahra Wijayanti
Masyarakat Indonesia tidak pernah lepas dari yang namanya gorengan. Gorengan selalu dapat menjadi teman dalam segala aktivitas santai. Sebagai ‘cemilan’, gorengan memberikan efek ketagihan dan anti boring kepada penikmatnya dengan kerenyahan dan rasanya yang gurih. Salah satunya adalah pisang goreng.
3
Photo Source:  Assyfa Zahra Wijayanti
Saat ini, pisang goreng selalu disajikan dengan rasa yang manis dan topping yang bervariasi. Owner bisnis pisang goreng, tentu harus mampu berpikir kreatif, unik dan berani beda agar bisnis yang dijalankan dapat menjadi top of mind dibenak konsumen. Tidak selamanya hal baru harus diadopsi dari budaya luar, terkadang makanan lokal yang ringan pasti memiliki ruang dalam hati setiap konsumen. Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi para owner untuk berkembang dalam budaya lokal yang tradisional.
4
Photo Source:  Assyfa Zahra Wijayanti
Di Sulawesi Utara, pisang goreng memiliki resep atau formula yang istimewa, yaitu menggunakan bahan dasar yang khas berupa pisang goroho yang banyak tumbuh ditanah ini. Pisang jenis ini memang disarankan untuk diolah terlebih dahulu karena rasanya yang hambar dan teksturnya yang keras. Walaupun demikian, kehambaran yang dinilai menjadi kelemahannya, justru menjadi nilai tambah karena sangat cocok untuk pecinta makanan yang tidak begitu manis.
Pisang khas Bumi Minahasa ini, biasanya diolah dengan cara digoreng langsung ataupun dibalur terlebih dahulu dengan tepung. Pisang goreng ini tersaji dalam bentuk potongan yang beragam diantaranya bentuk kipas, panjang seperti stick dan irisan vertikal. Tidak ada bentuk khusus yang diharuskan dalam mengolah pisang jenis ini. Apapun bentuknya, rasanya tidak akan berubah.
5
Photo Source:  Assyfa Zahra Wijayanti
Selain menggunakan bahan dasar yang khas, pisang goreng ini didampingi dengan sesuatu yang tidak biasa. Disaat pisang goreng lainnya ditemani dengan saus coklat maupun keju, pisang goreng ini memilih didampingi oleh sambal khas primadona masyarakatnya. Sambal roa, pendamping wajib masyarakat Sulawesi Utara pada setiap panganan. Menggunakan bahan dasar utama ikan roa dicampur dengan cabai, tomat dan bawang, membuat sensasi rasanya tidak hanya pedas tetapi juga mengeluarkan aroma smoky dari ikan roa tersebut.
Masyarakat setempat menyantapnya dengan cara dicocol kedalam sambal roa pada setiap gigitannya. Sehingga setiap kunyahan memberikan rasa candu yang disebabkan oleh perpaduan rasa pisang goroho goreng dengan sambal roa yang pedas dan dominan serta rasa yang keluar sangat variatif dan tidak stabil. Lidah akan dimanjakan dengan rasa pedas sambal keluar terlebih dahulu, kemudian disusul dengan rasa asli pisang goroho dan diakhiri dengan rasa gurih dari ikan roa itu sendiri. Maka, rasa yang keluar tidak akan pernah mencoba menjatuhkan rasa yang lainnya, justru mereka hadir untuk saling mewarnai dan menghargai satu sama lain dalam setiap kunyahannya.
6
Photo Source:  Assyfa Zahra Wijayanti
Pisang goroho goreng sambal roa akan menjadi sesuatu yang baru dikalangan masyarakat terutama masyarakat diluar Pulau Sulawesi. Walaupun terdengar aneh, tetapi rasanya sangat menjanjikan. Pisang goreng ini, dapat menjadi suatu inovasi bisnis yang baik bila dapat dikemas dan dipromosikan dengan ‘apik’ sesuai dengan gaya milenial zaman sekarang. Ide bisnis ini dapat menjadi peluang yang menguntungkan serta memberikan efek domino kepada daerah asal, yaitu Sulawesi Utara. Tidak hanya membantu pelestarian makanan lokal dalam kancah nasional, tetapi juga membantu pelaku utama pembangunan pertanian (petani kecil, penggarap, dan lain-lain) memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha mereka pada sektor pertanian.
Penulis: Assyfa Zahra Wijayanti