Qraved
Open in the Qraved app
OPEN
No. 1 Food App for Indonesia
Follow us
Log in to Qraved to connect with people who love food.

Follow Us

For fresh content everyday

Dining out? You can ask us for recommendations!

Click to chat+6221 292 23070Operational Hours: 11AM-2PM
Download The App

Kisah Dibalik Biji Kopi Khas Lereng Gunung Argopuro

Iqra RabikaIqra Rabika
Kisah Dibalik Biji Kopi Khas Lereng Gunung Argopuro - Photo 1
Qraved
Situbondo memang bukan republik kopi, tidak akan klaim mengenai hal itu. Tapi kopi khas Situbondo merupakan salah satu rekomendasi ketika anda berkunjung ke daerah Situbondo. Salah satu yang cukup tenar, kopi Kayumas. Varian kopi arabika yang pernah juara nasional pada tahun 2010, dan kopi luwak kayumas juara dunia tahun 2016. Kopi Pariopo di kecamatan Asembagus. Dan kopi yang hendak saya narasikan ini. Kopi Argopuro, di lereng Gunung Argopuro, gunung yang konon memiliki track atau lintasan terpanjang di tanah Jawa.
2
Photo Source:  Muhammad Afnani Alifian
Ditanam pada ketinggian 1265 Mdpl tepatnya berada di desa Tlogosari kecamatan Sumbermalang. Kopi Argopuro yang saat ini telah berubah nama menjadi Argopuro Walida merupakan kopi yang wajib anda cicipi ketika melancong ke daerah Situbondo.
Nama kopi Argopuro diambil dari nama gunung tempat kopi ini tumbuh, yaitu gunung Argopuro. Secara kontur gunung Argopuro memang menjadi bagian daerah lain juga. Tak ayal ketika nama Kopi Argopuro juga digunakan daerah lain.
Karena beberapa klaim tersebut kopi Argopuro di lereng Rengganis kecamatan Sumbermalang berubah nama menjadi Argopuro Walida. Itu hanya sekedar nama produk, atau brand dari pengusaha namun untuk biji kopi Argopuro klaim dari pengolah kopi yang original berasal dari lereng Gunung Argopuro di desa Baderan Kecamatan Sumbermalang.
3
Photo Source:  Muhammad Afnani Alifian
Tempat produksi kopi unggulan (specialty coffee) yaitu Desa Tlogosari, Kecamatan Sumbermalang Kabupaten Situbondo sudah menjamah kancah internasional. Data yang didapat, kopi Argopuro di desa Tlogasari ini mengalami perkembangan signifikan. Terlebih setelah dikembangannya berbagai proses pengolahan kopi oleh seorang pemuda desa lulusan pascasarjana Institut Pertanian Bogor, bernama Ahmad Muhlisin.
4
Photo Source:  Muhammad Afnani Alifian
Saat ini kopi Argopuro sudah mendapat kelayakan sebagai specialty coffee. Berdasarkan dari Q-Grader AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia) mendapat Cupping score 83.00. Hasil tersebut menjadikan kopi tersebut layak disebut specialty coffee secara kualitas. Kopi Argopuro memiliki ciri khas spesial berupa aroma pisang dan buah arbei pada saat kopi diseduh.
5
Photo Source:  Muhammad Afnani Alifian
Salah satu keunggulan kopi Argopuro yang tidak akan ditemui pada kopi lainnya adalah rasa pisangnya yang unik. Kopi tanpa gula yang harusnya pahit, memiliki sisi kemanisan unik, itulah kopi Argopuro.
Sebelum mencapai prestasi panjang ini pada tahun 2014-2015, kopi Argopuro tidak lebih dari sekedar kopi rakyat dengan kisaran harga 4000-4500 untuk harga biji gelondong. Biji kopinya hanya dikenal kalangan regional semata, bahkan masyarakat Situbondo tidak banyak tahu tentang keberadaan kopi Argopuro.
Kala itu, masyarakat desa belum menyadari potensi besar, investor pedagang kopi dari luar coba menjajah. Membeli kopi argopuro dengan harga murah, di proses kembali oleh investor kopi luar daerah, saat dijual memiliki nilai lebih tinggi dan bukan bernama kopi Argopuro.
6
Photo Source:  Muhammad Afnani Alifian
Kemudian sekitar tahun 2016, kelompok masyarakat bernama Walida memulai processing kopi. Harga jual kopi gelondongan sedikit terangkat mencapai angka 7.000. Terlebih pada Tahun 2017, beberapa event diikuti oleh kopi Argopuro, pemasaran kian membaik hingga mencapain angka 8.000 per -kg kopi gelondongan.
Pada Tahun 2019 kopi Argopuro tidak lagi kopi yang dikenal masyarakat Sumbermalang dan sekitarnya. Pemasaran kopi Argopuro sudah sampai di Malaysia dan Abu Dhabi. Keterangan tersebut dikatakan langsung oleh pengolah kopi Argopuro Ahmad Muhlisin.
Tidak hanya dikenal dan dinikmati di kancah internasional, kopi argopuro juga berperan besar dalam perbaikan ekonomi masyarakat Sumbermalang. Ahmad Muhlisin, pemuda berusia 27 tahun itu menyadari potensi besar komoditas kopi didaerah asalnya melakukan pemberdayaan pada masyarakat sekitar. Terhitung hari ini panen kopi sudah menyentuh 30 Ton biji hijau. Para petani yang turut berbondong bondong menanam kopi, tentu dengan pengawasan Ahmad Muhlisin sebagai inisiasi.
Ia juga mengaku bahwasanya pemanenan dilakukan dengan petik selektif 100 persen cerry merah. Proses sortasi biji hijau kopi juga dilakukan agar biji homogen. Lebih pentingnya lagi, standarisasi mutu kopi telah disesuaikan dengan standar Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI).
Dari segi pemasaran kopi Argopuro melakukannya dengan e-commerce (pemasaran online) berbekal kemelekan tekhnologi yang dimilki Ahmad Muhlisin. Tercatat beberapa kedai kopi di Bogor, Malang, Jakarta dan beberapa daerah lain Indonesia menjadi pelanggan setia kopi Argopuro.
7
Photo Source:  Muhammad Afnani Alifian
Dalam rencana jangka panjang Ahmad Muhlisin telah membuat konsep sanggar kopi Argopuro. Dirancang sebagai tempat display produk objek wisata baru bagi wisatawan yang ingin tahu lebih mendalam bagaimana kopi Argopuro diolah sehingga menjadi biji kopi berkualitas dan layak dipasarkan di kelas Specialty coffee.
“Sanggar kopi ini akan kami jadikan objek tujuan wisata baru yang berisi edukasi tentang bagaimana kopi Argopuro diolah dari sebuah benih kopi sampai kopi tersebut disajikan dalam secangkir wadah. Mengusung tagline “from seed to the cup”, keberadaan Sanggar Kopi Argopuro tentunya juga sangat bermanfaat sebagai bahan marketing untuk mengenalkan kopi Argopuro. Dan yang terpenting dari semua hal diatas adalah upaya kami dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar serta konservasi alam akan semakin mudah untuk terwujud,” ungkap Muhlisin sembari menyeruput kopi Argopuro yang rasa pisangnya begitu khas.
8
Photo Source:  Muhammad Afnani Alifian
Pada akhir obrolan Muhlisin mengharap adanya dukungan dari pihak terkait. Mengingat saat ini mesin produksi yang dimilikinya masih cukup minim dan terbatas. “Dengan keterbatasan seperti ini kami sudah mampu berada pada posisi ini, apalagi jika kedepannya ada support penuh dari pihak-pihak terkait, bukan mustahil tentunya kopi Argopuro akan menjadi kegemaran pasar kopi Internasional”.
Usai percakapan panjang dan mendengarkan harapan besar pemuda desa, saya mengicip kopi Argopuro. Memang benar rasa pisang bercampur kenangan turut berpadu padan dalam racikan.
Penulis: Muhammad Afnani Alifian